Berikut ini informasi seputar cerita cinta remaja terbaru 2012 semoga bermanfaat untuk anda. Mari kita simak cerita cinta remaja terbaru 2012 dibawah ini.
Sebuah pertemuan yang tidak disengaja, ternyata bisa menjadikan
terjadinya sebuah hubungan. Entah itu dari hanya sebagai seorang teman,
sahabat, bahkan ada juga yang seperti Bunga contohnya, yang sekarang
menjadi calon isteri dari seorang cowok bernama Bima.
Bunga, cewek manis yang pendiam, dan bisa dibilang kutu buku ini hampir
tak pernah dianggap oleh teman-teman kuliahnya. Tapi dibalik itu semua
dia sama seperti cewek-cewek yang lain, yang selalu bermimpi untuk
menjadi seorang puteri. Tapi itu hanyalah sebuah mimpi, yang takkan
pernah untuk menjadi kenyataan. Ya, hanya sebuah mimpi. Sebab, bagaimana
dia bisa mewujudkan itu semua…? Kalau diapun hanya sebagai “Bunga di
tepi jalan” meski sebenarnya indah, tapi tak seorangpun yang pernah
menganggapnya ada. Sedang Bima, siapa sich yang tak mengenalnya…? Ketua
senat githu, udah cakep, baik, supel, pinter, berduit pula. Hemmz, tak
ada yang tak mengenalnya. Bahkan hampir semua cewek dikampus itu jatuh
cinta dan belomba untuk bisa menjadi pacarnya. Untung mottonya adalah
“aku gag mencari cewek untuk dijadikan pacar, tapi aku mencari cewek
untuk dijadikan calon isteri”, jadi hanya seorang “puteri” beruntunglah
yang akan dipinangnya kelak.
****
Saat itu, bunga sedang mengendarai motor bebek kesayangannya itu dengan
bisa dibilang sedikit cepat. Sebenarnya dia mempunyai firasat buruk
untuk motornya, tapi akhirnya bunga tak menghiraukan apa kata hatinya.
Dan ternyata, jebret…! Ditengah jalan motor yang ditumpanginya oleng,
dan ternyata ban motornya itu menindas paku yang ada didepannya. “huft,
dasar paku sialan. Siapa sih yang sengaja naruh paku ini ditengah jalan
seperti ini…?” gerutunya, sambil memaksakan diri untuk bersedia
mendorong motor bebeknya. Tapi dasar nasib sudah sial, eh didekat-dekat
jalan itu tak ada sama sekali tukang tambal ban. Setelah dia berusaha
mendorong motornya kira-kira yah sekitar 500m dari tempat kejadianpun
tak ada yang namanya Tukang Tambal Ban, sampai akhirnya dia memutuskan
berhenti sejenak di trotoar untuk beristirahat. Sambil berpangku tangan
dia mulai menggerutu lagi “Tuhan…!
Malang sekali nasib hambaMu ini. Ban motor bocor, tak ada tukang tambal
ban, tak ada dewa penolong pula. Lengkap sekali penderitaanku hari ini.
Tuhan, tolong dong kirimin hambaMu ini sang penolong, pasti hamba
sangat bersyukur sekali kalau ada yang menolong dan hamba pasti sangat
beterima kasih sama dia. Tolong kabulkan do`a ku ya Tuhan..! Aamiin….”.
Ternyata do`a orang teraniaya itu lebih cepat untuk dikabulkan lho..!,
apalagi sepertinya sang dewi amor sedang menghampirinya, karena
lansung ada cowok yang tiba-tiba berhenti pas didepan motor Bunga. Dan
secara kebetulan pula dia juga bawa motor tuch, dan setelah si cowok
itu membuka helm yang sedang dipakainya keluarlah wajah asli si cowok
tersebut.
Dan ternyata deng deng… ternyata cowok itu adalah Bima. Bimapun segera
mendekati Bunga “kamu Bunga khan..? ngapain dijalan gini duduk
sendiri..?” sontak Bungapun kaget saat dia tau ternyata si Bimapun bisa
mengenalinya “kog kamu tau namaku sich..?” Bima balik bertanya pada
Bunga “lho emangnya kenapa..? gag salah khant lo` aku kenal sama anak
yang satu kampus denganku…?”, “ea tak apa sich sebenarnya, Cuma heran
aja. Ternyata kamu kenal juga ya sama cewek yang kuper kayak aku gini.”
Jelas bunga. “agh, udalah gag usah pake acara ngebahas itu. Gag
penting. Oia, kamu kenapa sendirian disini..? terus, motor kamu juga
kenapa…?” Tanya si Bima dengan rada penasaran. “ea, ban motorku bocor.
Dari mulai di depan kampus aku nyari-nyari tukang tambal ban, tapi pada
tutup semua.” “jadi kamu mulai dari depan kampus sampek sini jalan sama
nuntun motor ini sendirian…?”Tanya Bima “ea, gimana lagi.” Jawabnya
pasrah. Tanpa pikir panjang , Bima pun langsung mendekati motor Bunga
dan menuntun motor tersebut, “hei, mau kau bawa kemana motorku.?” Sontak
Bunga terkaget. “ea aku bawa ke tukang tambal ban lah, udah bawa aja
motorku..!” “lha terus nanti gimana..?” Tanya Bunga. “ea kamu ikutin aku
dari belakang, pake aja motorku. Kita bareng-bareng nyari tukang
tambal ban”. Akhirnya Bungapun menuruti kemauan Bima, dan sejak saat
itu semuanya berjalan dan mengalir seperti air. Kini Bima sering,
bahkan hampir setiap hari selalu “mengantar” bunga sampai depan
rumahnya, meski “mengantar” dalam kutip karena jalan menggunakan motor
mereka masing-masing.
Kedekatan demi kedekatan mereka terjalin, hingga akhirnya nama Bunga pun
melejit bagai roket, karena kabar kedekatan dia dengan Bima. Dan tak
jarang, Bunga sering sekali dilabrak oleh cewek-cewek yang menganggap
Bunga adalah saingan terberat mereka, tapi Bunga tak pernah menggubris
permasalahan itu, karena pada dasarnya Bunga tak pernah merasa
mereka-mereka itu adalah saingannya, sebab Bunga dan Bima tak memiliki
hubungan khusus yang dikira oleh teman-temannya itu. Dan saat itu bunga
menganggap Bima hanya sebagai SAHABAT, karena Bunga juga tahu diri,
bahwasanya disini dia bukanlah siapa-siapa dibandingkan dengan
cewek-cewek yang selalu memuja-muja si Bima. Berbeda dengan Bima, justru
sebenarnya Bima merasa Bungalah yang cocok untuk menjadi pendampingnya
kelak. Namun Bima masih menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan
perasaanya.
****
6 bulan telah berlalu, tapi tetap masih saja Bima belum megatakan
apa-apa tentang perasaannya, hingga selama itu pula hubungan diantara
mereka berdua masih sebatas sahabat. Terdapat alasan tertentu, mengapa
Bima tak segera menyatakan perasaannya. Alasan itu adalah karena dia
kasihan terhadap Bunga, tak jarang dia juga sering datang sebagai
pahlawan saat Bunga sedang menghadapi masalah-masalah yang disebabkan
oleh cewek-cewek yang terlalu terobsesi terhadapnya.
Seperti saat kampus mereka mengadakan sebuah acara perkemahan di hutan,
cewek-cewek itu mengusili Bunga hingga Bunga tersesat didalam hutan dan
sulit mencari jalan pulang ke tenda, hingga akhirnya Bima yang mencari
dan menemukan Bunga yang sedang menggigil ketakutan sendirian di
tengah hutan. “kamu gag papa..?” Tanya Bima, saking ketakutannya
spontan Bunga langsung memeluk erat tubuh Bima “aku takut” “udah,
semuanya baik-baik aja kog. Kita balik ke tenda yuk..!” ajak Bima
sambil melepas jaket yang sedang dipakainya dan memakaikannya ke Bunga.
****
Waktu terus berlalu, dan seiring berjalannya waktu itu satu persatu
cewek-cewek yang selalu usil terhadap Bunga mundur dan akhirnya
menghilang. Sehingga hubungan antara Bima dan Bungapun juga malah
semakin menjadi dekat. Tak pernah terfikir dalam benak bunga, bahwa
semuanya akan menjadi seperti ini, bahkan dia tak pernah sekalipun untuk
hanya berani membayangkannya.
“Bunga, nanti malam ada kamu ada waktu enggak..?” Tanya Bima disela
waktu “gag ada sich, memangnya kenapa Bim..?” “nanti malam aku datang
kerumahmu boleh enggak…?” “boleh kog, silakan aja. Pintu rumahku akan
selalu terbuka untukmu.” “bener..?” Bunga hanya bisa mengangguk perlahan
ketika dia melihat keseriusan dimata cowok yang ada didepannya itu.
“ya udah, ntar malem aku kerumahmu, kamu siap-siap ea, (sambil
berbisik) jangan lupha dandan yang cantik..!” sontak Bunga kaget
mendengar kata-kata yang diucapkan Bima yang terakhir itu “buat apa..?”
sambil tersenyum Bima menjawab “buat aku” dan Bimapun langsung berlalu
meninggalkan Bunga yang masih binggung akan ucapanya, karena tak
biasanya si Bima menjadi seperti ini.
Akhirnya malam itupun mulai berjalan, dan Bunga tanpa sadar juga
mengikuti permintaan Bima. Kini jam menunjukkan pukul 7 malam, dan
saat-saat itupun datang juga. Memang benar Bima datang kerumah Bunga,
tapi dia tak sendirian, ternyata dia mengajak keluarga besarnya untuk
ikut datang dalam malam itu. “Bima, kenapa kamu juga ngajak keluarga
besarmu kesini sich..?” Bunga bingung dengan apa yang sedang dia alami
itu “aku tadi kan sudah bilang, kamu siap-siap ya dan dandan yang cantik
buat aku. Dan ini sebenarnya maksudku datang kesini.” “maksud kamu
apha..?, sumpah aku bener-bener gag ngerti”. Tanpa berfikir panjang,
didepan keluarganya dan kedua orang tua Bunga dia berlutut yang membuka
sebuah kotak kecil berisikan cincin berlian yang sangat cantik “maukah
kau menjadi orang terakhir dalam perjalanan cintaku, dan menjadi isteri
pertama serta terakhirku..?” what..? ternyata Bima tak lagi menyatakan
cintanya, tetapi dia langsung ingin melamar Bunga. “tapi Bim,
bagaimana dengan cewek-cewek yang sedang menggilaimu..?” “Bunga, apa
selama ini kamu belum yakin kalau aku hanya menganggap mereka sebagai
teman, bukan orang yang menggilai diriku..?” “ea, tapi bagaimana harus
kukatakan pada mereka..?” “kamu tak perlu mengatakan apa-apa pada
mereka, kamu hanya perlu menjawab pinanganku ini Bunga. Maukah kamu
menjadi isteriku..?” awalnya Bunga bimbang untuk menjawab itu semua,
tapi hal itu ditepisnya saat dia yakin bahwa sebenarya Bunga sangat
mencintai Bima, dan saat Bunga menolehkan pandangannya kepada kedua
orang tuanya dan orang tua Bima, Dia menjadi yakin akan sesuatu itu
“iya Bima, aku juga mencintaimu bahkan sangat mencintaimu.” “jadi
apakah kamu…?” Bungapun langsung memotong pembicaraan Bima “iya, aku
mau jadi isterimu” sambil tersenyum, Bima langsung menyematkan cincin
berlian itu kejari manis Bunga dan langsung mencium tangannya. Dan
sejak saat itu hubungan mereka dari hanya sekedar sahabat langsung naik
2 tingkat menjadi sepasang calon suami isteri.
Sekian….